KHASIAT KEAGUNGAN ASMAUL HUSNA

Ini adalah salah satu Nama yang agung dari pncipta langit,bumi dan segala isinya.

Nama yang hmpir semua orang pernah menyebutnya.Bahkan dalam keAdaan tertentu,kapan dan dimana pun.Sebutan Nama yang mulia ini terlontar dari mulut orang dengan begitu saja tanpa sadar

next …

RESAH DALAM hati

di dalam sebuah perjalanan hidup pasti rasa dan prasaan selalu mendampingi
Seperti halnya yang aku rasakan hari ini,ini,perasaan RESAH ku hari ini sangat aku nikmati dan akhirnya berbuah manis yang menurut logika akal pun tak mungkin tanpa rasa ikhlas

SENI MENYATUKAN KITA

  • Didalam seni PENCAK SILAT terdpt makna yang luhur untuk kehidupan kita,salah satunya menguatkan kuda-kuda
  • dalam kehidupan pun kita harus selalu kuat menghadapi penjalan hidup,demi menggapai kehidupan abadi

Ketika kita berada dalam lingkup seni,maka status kita tidak penting mau orang kaya,orang miskin semua bercampur tanpa BATAS

SEJARAH SUMEDANG LARANG

KASUMEDANGAN

Kasumedangan merupakan muatan local yang kini tengah dipakai untuk terwujudnya Sumedang sebagai puseur budaya sunda dan pembentukan generasi muda berkarakter budaya lokal.
Pokok-pokok pembahasan diantaranya :

Asal mula nama Sumedang
Sumedang berasal dari kata “INSUN MEDAL” yang berarti Aku Lahir dan “INSUN MADANGAN” yaitu Aku Menerangi . Di ikrarkan oleh Prabu Tajimalela ketika melihat malela (selendang) menyerupai taji di angkasa.
Batas-batas Sumedang :

SEJARAH SUMEDANG
Berikut Sejarah Sumedang yang di ambil dari, http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten Sumedang.
Kabupaten Sumedang, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Indonesia.
Ibukotanya adalah kecamatan Sumedang Utara, Sumedang, sekitar 45 km Timur Laut Kota Bandung. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Indramayu di Utara, Kabupaten Majalengka di Timur, Kabupaten Garut di Selatan, Kabupaten Bandung di Barat Daya, serta Kabupaten Subang di Barat.
Kabupaten Sumedang terdiri atas 26 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah desa dan kelurahan. Sumedang, ibukota kabupaten ini, terletak sekitar 45 km dari Kota Bandung. Kota ini meliputi kecamatan Sumedang Utara dan Sumedang Selatan. Sumedang dilintasi jalur utama Bandung – Cirebon.
Bagian Barat Daya wilayah Kabupaten Sumedang merupakan kawasan perkembangan Kota Bandung. IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri), sebelumnya bernama STPDN (Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri), serta Universitas Padjadjaran berlokasi di Kecamatan Jatinangor.
Sebagian besar wilayah Sumedang adalah pegunungan, kecuali di sebagian kecil wilayah Utara berupa

  1. Dari Barat yaitu sampai tangerang tepatnya di sungai Cisadane
  2. Dari Timur yaitu sampai brebes tepatnya di sungai atau kali Cipamali.
  3. Dari Utara yaitu Laut Jawa.
  4. Dari selatan yaitu Samudra Hindia.
    Tonggak sejarah bagi kerajaan Sumedang Larang, sebagai kerajaan sunda terbesar, setelah kerajaan Padjadjaran runtuh akibat serangan gabungan banten dan Cirebon, maka kerajaan Sumedang Larang mencakup wilayah bekas kerajaan Padjadjaran. Tonggak sejarah itulah menjadi dasar : Hari Jadi Sumedang.
    Pada waktu itu di Kerajaan Sumedang Larang akan diadakan pengangkatan seorang raja, yang bernama Raden Wijaya, di Padjadjaran sedang ditempa kekacauan karena mendapat serangan yang mendadak dari Kerajaan Banten. Serangan tersebut bertujuan untuk menghancurkan kekuasaan agama hindu dan digantikan oleh Dinul Islam. Pada penyerangan dari Banten dipimpin oleh Syeh Maulana Yusuf.
    Ketika mendapat serangan dari Banten yang mendadak itu Padjadjaran tibak bisa berbuat banyak, kecuali menerima kekalahan. Kerajaan Padjadjaran porak-poranda masyarakat banyak mengungsi sehingga rajanya pun (Prabu Siliwangi) berangkat meninggalkan kerajaan. Hanya sebelum berangkat beliau memanggil dulu empat patih kepercayaan Kerajaan (Kandaga Lante) , yang masing-masing ialah :
  5. Sanghiyang Hawu (Embah Jaya Perkasa)
  6. Bantara Dipatiwijaya (Embah Nanganan)
  7. Sanghiyang Kondang Hapa
  8. Batara Pancer Buana (Eyang Terong Peot)
    Panggilan Sang Prabu Siliwangi berisikan yang berupa amanat yaitu :
    a. Memberikan Mahkota Kerajaan Padjadjaran yang berupa :
    -Mahkota Kerajaan yang dibuat dari emas
    -Siger tampekan kilat bahu
    -Kalung bersusun dua dan bersusun tiga
    Semuanya dibuat dari emas dan sekarang masih ada di Museum Sumedang.
    b. Memohon perlindungan untuk dirinya dan seluruh rakyatnya yang masih berada di wilayah Padjadjaran. Menurut bahasa Prabu Siliwangi ialah Geusan Ulun yang berarti Geusan Kumaula (Tempat Kumaula).
    Setelah menerima amanat tersebut maka Kandaga Lante yang empat orang tadi sepakat bahwa yang pantas menjalankan amanat tersebut tiada lain adalah Raden Angkawijaya. Ini berdasarkan pertimbangan-pertimbangan diantaranya :
  9. Karena Raden Angkawijaya adalah asli keturunan Prabu Siliwangi .
  10. Sangat pantas sekali (payus tur pantes) wilayah kekuasaan Padjadjaran dijadikan Kekuasaan Sumedang Larang.

https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js